Jabatan vs Gelar

•July 31, 2009 • 1 Comment

Sadarkan bahwa banyak orang di luar sana yang mendapatkan jabatan tanpa memiliki gelar yang setara. Banyak pula yang memiliki gelar yang tinggi tapi sayangnya tidak mendapatkan jabatan yang sepantas.

Sebagai pendahuluan mari kita membahas suatu buku. Pastilah sudah banyak pengalaman-pengalaman yang kita baca dari buku mengenai “ingin kaya, ga perlu sekolah”, buku seperti itu memang sengaja menceritakan pengalaman si penulis karena memang banyak yang orang yang tidak sanggup untuk bersekolah, bukan secara mental atau kemampuan otak tapi masalah materi. Si penulis ingin membuktikan bahwa tanpa bersekolah dia bisa mendapatkan jabatan tinggi, yah buku itu mengarahkan kita bahwa dengan kita menggunakan otak berjalan kita, kita bisa mencapai hal yang kita inginkan…menggunakan otak sebaik-baiknya dalam menghadapi permasalahan hidup. KEBERUNTUNGAN. Itulah kata yang tepat’

Lalu mari beranjak ke masalah nyata yang saya temui. Sadarkah lumayan banyak Proffesor di Indonesia? ya masalahnya begini, untuk mencapai tahap proffesor, bukannya harus melewati gelar insinyur lalu master lalu doktor, baru bisa mencapai suatu gelar proffesor. Nah di Indonesia sekarang ini, berita angin yang saya dengar adalah banyak proffesor yang baru mencapai insinyur atau master saja..( istilahnya : melangkahi tahap )..dan itu semua demi apa? apalagi kalau bukan demi jabatan.

Mulai tahun ini, 2009, pengecekan gelar proffesor menjadi pusat perhatian oknum yang berwenang. Indonesia di tahun ini telah mencanangkan “tidak boleh mendapat gelar proffesor sebelum S3″, jadilah gencar para proffesor yang belum menyelesaikan S2 dan S3-nya.

Bisakah jabatan diberikan berdasarkan jasa? bukan gelar? ahh banyak yang seperti ini, orang yang tak bersekolahpun apabila dia memiliki andil dalam merintis suatu perusahaan bisa saja diberikan posisi penting kepadanya. So what’s the most important?

Bungaku Diambil Pramugari

•June 20, 2009 • 2 Comments
adenium

adenium

bunga adenium

bunga adenium

bunga yang bernama adenium ini menarik hati untuk dimiliki kenapa tidak bunganya yang mirip bunga terompet tidak bosan dipandang, seminggu sebelum hari kepulanganku ke Samarinda, tanpa direncanakan aku membeli satu pot bunga ini karena mengingat mamaku si pencinta bunga. Harganya hanya 5000 rupiah. :D

bunga yang kubeli persis seperti d foto yang kedua, berbunga satu hanya saja bungaku warna merah, sebenarnya ini adalah foto bunga temanku , Afu. kita bersama 2 teman lain serta 2 guru sengaja mengunjungi pameran bunga adenium ini yang berlokasi di jalan Pamulang .

seminggu kemudian saatnya aku balik ke Kalimanatan dan tentunya membawa serta bunga ini. karena takut bunganya hancur, bunga itu tidak kumasukkan bagasi tapi hanya ku-tenteng . ketika masuk ke pesawat, tiba-tiba aku ditegur oleh pramugari dan mengatakan bahwa bunga hidup tak boleh dibawa masuk ke pesawat. nah lo, aku linglung..bingung hanya memasang tampang  bingung tanpa  ngomong  apa-apa,  alhasil pramugarinya juga ikut bingung, karena  sesaknya  penumpang yang masuk, aku disuruh langsung duduk dan bunga adeniumnya diambil pramugari.

dua jam berselang, sampailah aku di bandara sepinggan, ketika menunggu barang bagasi, yang pertama kali muncul adalah BUNGA-KU..haha.. masih utuh.. ga  nyangka.. yeah senangnya..:), keluar dari ruang kedatangan aku langsung menemukan mamaku melambaikan tangan, berlari…lalu kuberikan bunga itu, “ini bunga untuk mama”… sapaku sambil memeluk..

Aku Orang Sulawesi Berdiam di Samarinda

•June 18, 2009 • 2 Comments

Aku termasuk warga yang sangat menjunjung tinggi budaya daerah, yah paling tidak inilah yang aku niatkan. Tapi entahlah kondisi membuat adat Sulawesiku memudar. Tahun 1991 lalu aku memang dilahirkan di Polaweli Mandar, Sul-Bar, orangtuaku juga asli bugis-mandar. Jadilah aku orang sulawesi tulen, tapi akhir-akhir ini aku tersadar bahwa aku sangat malu mengakui diriku orang sulawesi soalnya mengenal bahasa saja aku masih linglung.

Udah lebih dari 8 tahun aku gak pulang kampung dan selama di Samarinda pun aku tak jago bahasa Kalimantan ini. Yah sekarang pun kalau di tengah keluarga yang berbahasa bugis-mandar aku juga gak ngerti. Intinya aku buta bahasa daerah. Fiuh… masa SMA yang kuhabiskan di Kharisma Bangsa, aku memiliki teman beraneka ragam asalnya, Padang, Bengkulu, Bogor, Jawa, Banjarmasin, dll. Jadilah kalau berkomunikasi dengan bahasa daerah ya gak nyambung..

Beberapa hari yang lalu..

  1. Aku dan teman – teman berwisata kuliner di Bogor, di akhir kunjungan kita memutuskan pergi ke Kebun Raya Bogor sekedar berfoto sambil menyantap roti yang kita beli. Tepat di jembatan menuju lahan luas yang berbunga, kami meminta seorang bapak yang menyediakan jasa memotret pengunjung, walaupun kita membawa kamera tapi kita tergerak untuk meminta jasa bapak itu. Ketika ngobrol-ngobrol, aku mengenal logat bapak itu dan langsung saja kusela dan mengatakan “bapak orang Sulawesi ya?”… haha malu banget kenyataannya dia bukan orang Sulawesi melainkan orang batak.
  2. Ketika aku duduk di ruang tunggu bandara (mau pulang ke Samarinda 14 Juni lalu), tanpa sadar aku duduk di tengah tengah sebuah keluarga. Mendengar percakapan mereka, aku merasa kenal dengan logat mereka, tepat ibu-ibu di sampingku mengajakku ngobrol dan langsung saja kutanya “ibu orang Sulawesi ya?”…”ohh bukan, kita orang Medan”…ketuker lagi..

Yah kira-kira begitulah pengalamanku yang mengaku-ngaku orang Sulawesi tulen..haha..red

BLUEBIRD : taksi paling terpercaya..

•May 22, 2009 • 7 Comments

Pada hari Minggu kemarin adalah  hari kepulangan mamaku ke Samarinda setelah beberapa hari mengunjungiku dan sekalian menghadiri acara perpisahan sekolah. Aku mengantarkan mamaku ke lebak bulus karena mamaku akan menggunakan jasa damri untuk sampai ke bandara. Menuju lebak bulusnya aku dan mamaku berpikir naik taksi adlah jalan yang tepat. Dari awal memang berniat mencari taksi bluebird di depan gerbang sekolah, tapi 3 taksi berturut-turut tak berhasil ku stop. Malahan taksi yang berbelok adalah taksi berwarna putih (lupa nama taksinya apa). Yah mau ga mau aku iya kan sajalah. Barang udah naik, aku dan mama juga udah di bangku penumpang, argo dimulai dari RP 5000,-. Wajar.  Selang beberapa menit…keasikkan ngobrol ma mama, mama tersentak kaget melihat  argo yang sudah melonjak naik menjadi Rp 45.500,-

Langsung lah ku Tanya ma pak supirnya, “pak argonya emang segitu? Cepet banget pak? Perasaan dari tadi ga ada macet? Dan ini blum nyampe setengah perjalanan….y udah pak, ke pinggir ja pak” pak supirnya hanya berdehem. Alhasil aku harus membayarnya Rp 48.000,-

Tak bisa kumaklumi karena itu adalah perjalanan yang sering kulakukan, uang yang biasa kukeluarkan hanya sekitar 35ribu atau 40ribu. Itupun sudah di tambah macet ringan. Nah bagaimana kalau masih setengah perjalanan dan ga ada macet sama sekali, secara logika, kan ga mungkin semahal itu.

Setelah itu, aku memanggil taksi bluebird, dan melanjutkan  setengah perjalanan lagi, dan berapa biaya yang kubayar? Hanya Rp 17.000,- sudah jelas bukan bahwa bluebird taksi terpercaya..

Apakah Pak Bambang sukses?

•May 21, 2009 • 2 Comments

1.”Gimana soal fisikanya tadi?”

“Wah, bisa dah dapet 100, jawaban yang dikasih kemaren sama persis dah..”

2. Di Medan terbukti sekolah-sekolah menengah atas mendapatkan bocoran UAN

3. “Wah dapat bocoran mah udah biasa kali li, mba dari ujian akhir di SD, SMP, SMA selalu dapat bocoran, klo ga gitu satu sekolahan bakal ga lulus tuh li..”

di atas adalah beberapa kenyataan yang selama ini saya anggap tak pernah terjadi.

Topik ini bisa dibilang basi karena UAN telah lama lewat. Tanpa saya sadari, dengan penuh keseriusan menghadapi UAN, ternyata banyak isu-isu yang masuk telinga saya masalah bocoran jawaban UAN. awalnya saya percaya itu hanya isu, tapi lama kelamaan, dengan bukti siswa yang mengaku dan bukti dari berita, akhirnya saya harus menyadari bahwa itu realita. sungguh saya sangat kecewa. Selama ini saya sangat percaya bahwa UAN adalah ujian yang murni bersih. lebih menyesakkan lagi sebagian orang bercerita pegelaman uannya kepada saya dan jelas-jelas mengungkapkan kalau dia selalu mendapat bocoran di setiap ujian akhirnya. PARAH. AKU KAGET.

Apa ini yang dibilang pendidikan Indonesia berkembang? apa selama ini hanya iming-iming saja bahwa pendidikan Indonesia sedang dikembangkan…

Saya sempat ngadu ke kepsek sekolah saya, kenapa UAN bisa securang ini, saya bukannya IRI, saya juga tidak merasa dirugikan, entah mengapa saya merasa sedih dengan kondisi bangsa yang seperti ini. Kalau bocoran di ujian sekolah biasa, masih bisa dikompromi, nah ini UJIAN AKHIR NASIONAL yang menjadi ukuran standar. MASA MASIH ADA KECURANGAN JUGA.

ada kabar angin kalau mulai tahun depan UAN bukan hanya standar baku kelulusan siswa, malah juga akan menjadi standar baku penerimaan di universitas. Kalau begitu otomatis tingkat kesulitan soal2 UAN akan meningkat bukan? dan angka kelulusan siswa bisa menurun drastis. Berharap saja pelajar Indonesia mampu memajukan dunia Indonesia. amin.

wah sungguh menggemaskan..

•January 18, 2009 • 6 Comments

pasti penasaran apa yang menggemaskan..yah UAN..apa lagi..kenapa UANsemakin mendekat semakin membuat orang deg degan.. haha lebai si.

wah para blogger yang terhormat maap saya meninggalkan blog sementara waktu kenapa. yah peratuan asrama kini ada lagi yang terbaru, laptop dikumpulkan, ketika aku punya jam ngenet laptop ini tak ada di tangan.. jadiiii ya intinya sekarang susah banget kalo mo ngenet…fiuhh

selain itu sekarang lagi fokus ke UAN, jadi ya saya bakal jarang sekali membuka blog, lalu setelah UAN kan harus nyari universitas, so thet’s it..

sampai ketemu lagiiii blog ini hanya akan vakum untuk beberapa saat kok..

Fasilkom UI?

•November 16, 2008 • 8 Comments

Open House yang diadakan fasilkom UI yang kuhadiri sabtu, 15 november lalu, membuka pikiranku untuk memilih jurusan dalam fakultas ini. Fakultas yang di dasari oleh ilmu komputer, teknologi, logika dan matematika inilah yang membuatku kagum, kagum akan ilmu yang akan kudapat nanti, kagum akan keahlian dalam berprofesi nanti. Sejurus kuperhatikan kak Fuady (fuady@live.com), seorang sarjana fasilkom UI ini yang menyampaikan berita, wacana, seluk-beluk dan apa saja mengenai fasilkom UI, beliau menyampaikan bahwa fasilkom ini menunggu dan mengundang siswa/i  yang  memiliki rasa ingin tahu yang besar, kreatif, komunikatif dan pandai.

Tahukah apa saja kegiatan mahasiswa/i fasilkom?

-          Breakfast with tasks

-          Lunch with assignments

-          Dinner with home work

Haha.. semua orang tertawa tak menyadari hal ini sangat berat, malah itu sangat berlebih lebihan…parahnya lagi yang membuat audiens tertawa gila, kak Fuady mengulas bahwa buku yang di pakai dalam belajar tentu berbahasa inggris, dan buku-buku  itu hanya ada 2 jenis, yang satu tebal, yang satunya lagi lebih tebal. Teriakan menggema di ruangan tempat berlangsungnya talkshow itu.

Dengan gaya yan meyakinkan, kak fuady ini menekankan penjelasan tentang perbedaan mahasiswa/i fasilkom dengan mahasiswa lainnya :

-          Commonly, students get their job AFTER 6 months their graduate

-          But for fasilkom students get their job BEFORE 6 month their graduate.

Setelah membuat kami berasumsi hal-hal yang hebat, kak fuady menjelaskan mengenai sistem pembelajaran jurusan-jurusan di fasilkom ini :

                Untuk jurusan ilmu komputer, ilmu dasarnya adalah murni matematika. Mata kuliah jurusan antara lain logika matematika, matematika diskrit, kalkulus, programming, teknologi informatika dan banyak lagi mengenai computer.  Hampir menyerupai ilmu komputer, jurusan sistem informasi memiliki mata kuliah serperti  jurusan ilmu komputer  di atas, hanya saja di tambah dengan mata kuliah yang berhubungan dengan sosial yaitu manajemen ( me-manage sistem informasi pada suatu perusahaan).

Yang lebih membuat audiens tergiur, gaji yang di tawarkan bila berprofesi nanti tidak sedikit, misalnya menjadi seorang IT consultant memiliki gaji yang minimal 6 jt, menjadi seorang IT manager memiliki gaji minimal 16 jt, dll. (kalau ga salah ya..^_^)

Mau tau tanggapan dari saya pribadi?

                Jurusan di bidang ilmu inilah yang sedang berkembang, yang memiliki peluang kerja yang tak terbatas, karena teknologi itu tak ada matinya, “technology is endless”. Sepertinya, hmmm bukan sepertinya tapi aku yakin di fakultas ini lah aku bisa meng-explore semua kemampuanku dalam berkarir. Amin. Karena walaupun aku cinta mati dengan matematika, dan berpikir untuk mengambil jurusan matematika, bayangkan banyak orang di luar sana yang melebihi kemampuanku dalam bermatematika karena matematika memang sudah kita pelajari dari kecil, sehingga aku akan merasa minder bila aku tidak kuat. Walaupun aku cinta mati dengan fisika, dan berpikir untuk mengambil jurusan teknik fisika, mungkin 300 lebih siswa lainnya memiliki kemampuan melebihi kemampuanku dalam analisis fisika karena fisika sudah kita pelajari sejak smp, sehingga bisa saja aku hanya berjalan di tempat dan menontoni mereka berkembang dengan rasa kagum…

                Nah di fakultas ilmu komputer yang mata kuliahnya tidak pernah kita pelajari di sekolah biasa, akan dipelajari sebagai pelajaran baru, sebagai ilmu baru. Sehingga mahasiswa  baru sama-sama belajar sesuatu yang baru, dari awal. Ilmu-ilmu yang telah kita dapat di sekolah sebelumnya hanya menjadi dasar. Enak kan?

 

 

Petuah sang kakak

•November 16, 2008 • 1 Comment

                Pada hari sabtu sampai minggu (15-16 november 2008), UI mengadakan bedah kampus UI untuk semua fakultas yang tersedia di UI. Acara yang bertempatkan di Balairung itu tak dapat kusaksikan karena tiket masuk yang seharga Rp 20.000,00 sudah habis terjual. Tapi untunglah sasaranku memang bukan ke gedung ini. Aku mendapat informasi dari kakakku dari fasilkom UI bahwa fakultasnya mengadakan Open House bagi anak-anak SMA yang berminat di fasilkom. Open House event lah sasaranku, tujuanku. Tapi…

                Sekitar jam setengah sebelas aku dan teman-teman sekolahku tiba di balairung, sempat berdiskusi sebentar karena empat orang dari kami kehabisan tiket masuk balairung. Diskusi menghabiskan waktu kira-kira setengah jam hingga aku memutuskan untuk pergi ke fasilkom sendirian. Temenku yang tak mendapatkan tiket lebih memilih meninggalkan UI. Dengan modal keberanian, aku memberanikan diri untuk bertanya kepada mahasiswa/i  bagaimana jalan ke fasilkom. Butuh waktu 10 menit-an aku tiba di depan fasilkom dan guest what did I see?  Sepii. Tak ada orang berlalu lalang, tak ada tanda-tanda ada Open House event. Aku bertanya dalam hati, apa kakakku salah ngasih info ya?, atau aku yang salah tangkap?,  kondisi ini membawaku terus berjalan melintasi FE lalu FISIP, FH, lalu ada taman-taman yang tertata rapi, danau, hingga aku kecapean dan istirahat di trotoar depan mesjid. Tiba-tiba aku malihat flat yang bertuliskan “fakultas ilmu komputer” yang menunjuk kea rah tempat datangku tadi. Barulah aku sadar bahwa aku tak tau aku di mana, aku tak tau ngapain aku berjalan hingga sejauh ini, dan sadar dimanakah tujuanku sebenarnya yaitu FASILKOM. Aku bergegas menelpon kakakku yang emang ga niat nolongin gara-gara aku udah ganggu waktu istirahatnya.haha.tapi akhirnya dia sms gini:

jangan malu bertanya pada orang. Tapi jangan mudah percaya ma orang yang menawarkan bantuan

Akhirnya aku sampai juga di fasilkom, tempat yang tadi telah kukunjungi dan dengan kondisi yang sama : SEPI. Tanpa sadar aku berdiri di depan poster Open House event besar sekali yang dikaitkan di pohon nan besar di depan Fasilkom. Sadarlah aku informasi yang kudapat benar adanya, dan saat itu waktu menunjukkan pukul 12.15, dengan keberanian pula aku nyelonong masuk dan bertemu dengan mahasiswi panitia peyelenggara, huh, aku teat dua jam lebih, acaranya di mulai jam sepuluh pagi tadi tapi aku sampainya jam segini.

                Haha ga nyangka ada sesi yang keduanya, tepat jam satu sesi 2 ini dimulai, untunglah sesi pertama dan yang kedua ini tak ada bedanya, dan Alhamdulillah aku tak ketinggalan informasi.

 

2 pandangan..

•November 16, 2008 • 2 Comments

Si anak muda bilang “ blog itu freedom of speech & dunia internet itu freedom of creativity.”

Si orang tua bilang “ hati-hati dengan internet nduk!!, itu berbahaya.”

Perkembangan teknologi adalah perkembangan yang tak ada mati-matinya. Ilmu bertambah, teknologi pun meningkat. Kreativitas meningkat, teknilogipun berkembang. Sebagai anak muda yang memiliki daya kreativitas tinggi dan memiliki rasa ingin tahu yang besar, tanpa berpikir panjangpun dapat memakan habis teknologi yang sedang berkembang. Yaaa… contohnya internet. Nah makanya sifat anak muda yang cenderung bebas (dalam artian tak ada batasan bagi orang yang ingin berkembang) untuk mengatakan “dunia internet itu freedom of creativity”

Perkembangan teknologi yang tidak hanya memiliki dampak baik, juga memiliki dampak buruk yang perbandingannya sangat kecil. Malah di dunia internet ini, sekali mendapatkan dampak baiknya akan berdampak sangat sangat baik, sebaliknya sekali mendapatkan dampak buruknya akan berdampak akan sangat sangat sangat buruk. Kecenderungan orang yang lebih tua untuk lebih berhati-hati pada dunia internet mungkin karena orang yang lebih tua ini lebih melihat ke arah dampak buruknya. Yah wajarlah, orang yang telah banyak makan garam cenderung lebih hati2 dalam hidup, lebih hati-hati dalam bertindak, dan lebih memikirkan dampak yang akan didapat. Ha? Anak muda mungkin terdengar lebih liar, yang penting bertindak yang baik dulu, masalah setelahnya dipikirkan belakangan.. right?

Aku masih ingat awal-awal aku doyan ma internet apalagi mengenal seseorang dari chatting ketika aku baru masuk SMA. Di mana aku bisa akses internet  gratis dan di waktu luangku. Pertama kali aku mengenal seseorang dari chatting di MiRc yang uda kuno banget. Aku ga tau apa-apa emang, ya saat itu aku lugu banget ma internet, yang ku tau ternyata maen internet itu asyik ya.. haha. Lalu kenalan baruku itu mengajariku tentang dunia internet, dan mengajariku membuat blog. Dari sinilah aku menganggap dia seorang kakak dan aku mendapat ilmu dari dia. Tapi ketika hal ini aku ceritakan kepada direktur asramaku, beliau malah menyuruhku hati-hati dalam mengenal orang di internet. Beliau juga menyuruhku untuk tidak berhubungan lagi dengannya (jangan chatting ma dia lagi dll), jangan mudah percaya kata beliau. Yah bagaimanapun juga aku tetap penasaran dan ingin tau lebih dalam tentang dunia internet ini sehingga nasehat direktur asramaku kuabaikan. Hehe ^_^..

resapii…

•November 14, 2008 • 4 Comments

Jangan lihat siapa yang menyampaikan, tapi lihat apa yang
disampaikannya.
- Abu Al-Hasan ‘Ali bin Abi Talib ra -

Orang yang bercita-cita tinggi adalah orang yang menganggap teguran
keras baginya lebih lembut daripada sanjungan merdu seorang penjilat
yang berlebih-lebihan.
- Thales -

Derajat kebaikan seorang hamba yang paling tinggi adalah yang hatinya
dapat terpuaskan oleh Tuannya Yang Mahabenar sehingga dia tidak
membuthkan perantara antara dirinya dengan Tuannya itu.
- Pythagoras -

Pilih olehmu menjadi pihak yang kalah tapi benar. Dan janganlah
sekali-sekali engkau menjadi pemenang tetapi zalim.
- Pythagoras -

Lidah yang menyebut Allah tidak pantas dipakai untuk menyebut kata-kata
nista.
- Sokrates -

Malapetaka menimpa binatang selain manusia karena mereka tidak dapat
berbicara, dan menimpa manusia karena mereka terlalu banyak berbicara.
- Sokrates -

Jika engkau menginginkan kebaikan, segeralah laksanakan sebelum engkau
mampu. Tetapi jika engkau menginginkan kejelekan, segeralah hardik
jiwamu karena telah menginginkannya.
- Sokrates -

Jika engkau ingin mengetahui derajatmu di tengah masyarakat, maka
perhatikanlah orang yang engkau cintai tanpa alasan.
- Plato -

Kebaikan menyatukan orang-orang yang mencintainya meskipun mereka dalam
keadaan saling memarahi dan membenci.
- Plato -

Jika engkau mencintai dirimu, janganlah engkau memberikannya waktu untuk
melakukan kejelekan.
- Aristoteles

Jangan terlalu manis sehingga engkau ditelan, jangan terlalu pahit
sehingga engkau dimuntahkan.
- Demokrates -