Trip Rusuh Dieng – Prau [Perfect Getaway-2]

Ini adalah kelanjutan dari cerita di postingan gue sebelumnya, ngetrip bareng NgeTripMulu

Ini dia, wisata Dieng yang ditunggu-tunggu, gue yakin trip-trip ke Dieng pasti tujuan wisatanya sama, Candi Arjuna, Telaga Warna, Sikunir (tambahin ya kalau masih ada lagi). Tapi yang membuat trip ini berkesan adalah trip nya penuh canda tawa, penuh foto-foto (wajib), dan penuh dengan orang (haha). Bayangin aja kalau gue cuma pergi berdua sama Fathia, mati gaya banget kali ya minta orang fotoin mulu (:D).

Sayangnya banget nih, si Fathia mesti cabut hari itu gara-gara ada kerjaan. Moto kita sih “Jalan-Jalan wajib, tapi kerjaan harus high performance”. Yah artinya buat alasan apapun itu, kerjaan comes first.

Candi Arjuna

Okay puas banget foto-foto dan jalan-jalan cantik keliling Dieng, saatnya kita nge-camp lagi di Telaga Cebong untuk ngeliat golden sunrise di bukit Sikunir. Camping di pinggir telaga ini ngingetin gue akan Ranu Kumbolonya Semeru, tapi tetep Rakum lebih favorit !
Telaga Cebong waktu itu dingin banget, antara langit berbintang dan kabut tebal ganti-gantian muncul. Entah kita kecepatan sampainya atau pada capek semua, sekitar jam 8 warga geng rusuh ini rata-rata sudah tidur. Ohhh why? Feel the night and look at the sky, just sit in silence, it is romantic! Ya, jadi malam di Telaga Cebong gue ini gue akhiri dengan cuci nesting dan alat makan pakai sampo dan rumput ilalang yang dilanjutkan bersantai di salah satu warung sampai jam 12, akhirnya gue masuk kandang (tenda).

Telaga Cebong

Mimpi indah? Jawabannya engga ! gimana mau nyenyak, gue baru tidur dua jam waktu itu, sekitar jam setengah tiga, suara motor udah ngebangunin gue, gue gak bisa tidur sampai akhirnya gue keluar tenda jam setengah lima dan jalan setapak dekat tenda udah jadi parkir motor ! SIKUNIR AKAN RAMAI SEKALI SOB !

Apa memang sikunir selalu seramai ini? Apa karena lagi tanggal merah? Anyway, setelah 40 menit nanjak dan naik tangga akhirnya kita sampai di spot yang bagus. Semua orang udah siap-siap megang kamera ditangan, udah siap-siap bergaya difoto, udah siap-siap menahan nafas dan berucap sukur menyaksikan sunrise yang begitu mempesona, begitu cantik, begitu menawan, begitu indahnya ciptaan Allah ini. Makanya di Sikunir ini terkenal banget dengan ‘Golden Sunrise’ nya.

SUNRISE SIKUNIR

Seriously, gue takjub dengan trip kali ini, gue dapat bintang di malam hari dan dapat matahari cantik dipagi hari di udara yang sejuk.

Matahari sudah terik yang artinya kita mesti turun, walau jalan kebawahnya penuh dengan orang alias macet, tetap aja kita foto-foto (namanya juga geng narsis ya). Sampai di telaga cebong lagi, saat nya kita melanjutkan perjalanan, kemanaaaa? YA PULANG ! sedih banget !

Sebelum pulang kita sempat ke Kawah Sikidang, kawah ini hampir sama aja kayak kawah tangkuban perahu hanya saja permukaan mendidihnya ini tinggi banget gak kayak tangkuban perahu yang jauh di bawah sana. Setelah itu kita langsung menuju kota untuk menyicipi Mi Ongklok nya Wonosobo yang terkenal itu, sampai kota mulai gerah dan muka merah, ini yang paling gue concern, adalah kulit gue gampang banget gosongnya alias terbakar (secara gue selalu lupa pakai sunblock), pulang ke Jakarta siap siap deh lidah buaya !

Oh yes on the way back, we faced a very heavy traffic again, we arrived at 9 AM the next morning. Soon, got off to work and started to miss Dieng-Prau already. I am planning to go Dieng-Prau again sometime in the future to camp near Dringo Lake, they said ‘Telaga Dringo” is more quiet and more beautiful. SEE YOU AGAIN DIENG – PRAU !

Tagged , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: