peraturan asrama yang konyol

•November 5, 2008 • 4 Comments

aku udah berbohong..

begini, peraturan asrama semakin mencekik hingga aku harus berbohong, tapi kupikir tak apa-apalah, sejak awal pembelajaran lalu aku sudah berjanji akan mengganti HP ku yang berkamera menjadi nonkamera karena memang begitulah peraturannya, lalu laptop yang harus di kumpulkan. huh. sungguh ga adil asramaku ini. aku tahu direktur asramaku sengaja membuat peraturan seperti ini karna ada hal yang dia khawatirkan..

well, pertama dari asrama cowok ada yang ketahuan menyimpan CD porno (ini parah banget), lantas kita semua yang harus menanggung akibatnya, apa-apa serba dilarang, tidak bebas menggunakan laptop kecuali weekend.huh. yang ke dua dari anak non asrama ditemukan adanya video tak senonoh dari hape kameranya. lagi-lagi ini menjadi ancaman bagi direktur asramaku kalau saja anak asuhannya ketahuan melakukan seperti itu, dilarang menggunakan hape berkamera, bolehnya dengan hape yang hanya bisa sms plus telepon. huh.

sama sekali aku tak setuju dengan hal ini, ya memang pantas saja beliau bertindak seperti ini karena tidak ingin terjadi-apa-apa. tapi bagaimana bila ini menggangguku. aku ga bakal diam saja seperti yang kulakukan sekarang…hmmm..aku terpaksa berbohong untuk bilang hapeku tak berkamera (karna hape inilah yang kuinginkan dengan fitur2 yang kusukai) dan laptopku tak ku kumpul-kumpul. ya tak ada yang di rugikan dengan hal ini, malah aku yang merasa dirugikan, TAK BEBAS, sedangkan aku tak merasa bersalah, aku tak melakukan apa-apa, aku tak mau menanggung kesalahan orang lain. peraturan asrama yang KONYOL.

well, berbohong itu dosa, selalu aku berprinsip begitu, di asramalah aku belajar berbohong demi mempertahankan teguhku, bebasku, dan juga semangatku.huh.sungguh konyol.

“blog baru”

•October 22, 2008 • 9 Comments

hay para blogger, saya mau mengumumkan bahwa saya memiliki blog baru www.zulfanahri.blogsome.com..

bukan maksud berkhianat pada WP, kan blogsome adiknya WordPress juga hahaha, saya cuma mau tampilan yang beda kok. dan isinya juga agak berbeda. tolong kunjungi ya..

namanya kurang kreatif??, siapa bilang justru nama saya kemungkinan besar hanya saya yang punya (gaya narsis mode : ON) hahaha.. karena kelangkaan nama inilah yang menjadi karakteristikan saya, makanya kedua blog saya ini bernamakan ‘zulfanahri’..

zulfanahri

blog itu apa?

•October 19, 2008 • 5 Comments

Bukan berniat menguping, hehe (udah hobby boo..), ketika aku lagi browsing dan ngetik ini itu di dalam lab kompi  sekolahku, kupingku ini mendengar suatu percakapan adik kelasku. Temen sekelasnya bertanya “blog itu apa si?” karena dia melihat temennya ini sibuk berkata blok blak blog blag, yang ternyata maksudnya adalah blog. Haha. Temen yang di Tanya ini menjawab dengan ringan “blog itu semacam diary lah”…

HENING (pikiranku ngamuk ga setuju)

Mungkin setiap orang memiliki pikiran yang jelas berbeda ya, tapi kalau blog itu adalah diary, dari dulu aku ga akan tertarik dengan blog . aku amat sangat benci dengan diary. Lagi pula cirri-ciri diary apa coba? ‘curhat tentang apa yang kita alami tanpa ingin di ketahui orang lain??’, nah kalo blog kan di ketahui orang lain kan malah kewajiban. Jadi jangan di samain blog, ma diary huh.

Seperti yang kubilang tadi, setiap orang memiliki persepsi sendiri mengenai blog, mengapa menggunakan blog?. Ya dari aku sendiri, blog itu adalah sarana sharing, tempatnya pengetahuan, tempat ajang kreatif, sarana komunikasi, dan yang paling penting adalah tempat mengeluarkan ide-ide dan belajar.

Today Is a Gift

•October 13, 2008 • 6 Comments

“Yesterday is a history, tomorrow is a mystery, and today is a gift”
(Master Oogway, Kungfu Panda)

kalo udah nonton film Kungfu Panda, pasti pernah mendengar kalimat di atas. Guru Oogway –seekor kura-kura tua- dalam satu kesempatan di tepi bukit mengucapkan kalimat penuh makna itu kepada Po, Panda gemuk nan lucu yang baru saja dinobatkan sebagai pejuang naga (dragon warriors).

Meski sempat dibuat terpingkal-pingkal selama menonton film ini, tapi saya tidak ingin bercerita lebih jauh tentang film Kungfu Panda meski banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik. Karena saya lebih tertarik membahas kalimat bijak di atas yang sebenarnya mengandung makna terdalam dari kehidupan ini.

Kita diajarkan untuk selalu berdoa sebelum dan sesudah tidur. Doa sebelum tidur yang menyaratkan kepasrahan diri kepada Yang Maha Menguasai Kehidupan, kepada satu-satunya yang memiliki hak mematikan serta menghidupkan setiap insan. Hingga detik sebelum mata terpejam, tak satu pun yang mampu menguak rahasia Allah, apakah esok hari kita masih hidup atau berlanjut ke kehidupan berikutnya. Maka kemudian, di pagi hari Allah berkendak mengembalikan ruh kepada jasad yang tertidur, atau berkehendak pula menahan ruh dan membiarkan jasad itu tertidur selamanya.

Bagi yang diberi kesempatan untuk bangun di pagi hari, maka doa pun kembali terucap dengan melontarkan segenap pujian kepada Yang Menghidupkan dari kematian sementara selama tertidur. Sepenuhnya kita
sadar, bukan kita yang membangunkan diri sendiri. Bukan karena alarm yang kita setting sesuai waktu yang diinginkan, tapi benar-benar karena Allah berkehendak memberi kesempatan kepada hamba-Nya.

 

Hari ini adalah anugerah terbesar dalam kehidupan setiap manusia. Karena ia takkan pernah tahu apakah masih punya kesempatan di hari esok. Hal yang patut dilakukannya pada hari ini adalah bersyukur dan kemudian mengisi hari itu dengan segunung kebajikan, berupaya sekuat hati mengurangi timbangan keburukan.

Belajar dari hari-hari yang sudah berlalu, tidak mengulangi kesalahan dan kekeliruan di masa lalu, kemudian melakukan yang lebih baik di hari ini seolah hari terakhir dalam hidup. Sebab kita memang benar-benar tidak akan pernah tahu apa yang bakal terjadi sesudah hari ini.

Semestinya belum berani kita memejamkan mata sebelum tahu persis timbangan kebaikan di hari ini melebihi keburukan yang dilakukan. Takutlah bila tak membawa cukup bekal saat menghadap Sang Penguasa hari pembalasan.

Sayangnya, begitu ringan seolah tanpa beban diri ini memejamkan mata. Seakan yakin esok masih bisa menatap mentari pagi. Ya Allah, ajari lidah ini untuk tak pernah lupa memuji-Mu dan mensyukuri hari disaat hamba masih bisa memohon ampunan-Mu. –Gaw, 2008-

 

 

 

 

 

buku.

•September 2, 2008 • 2 Comments

Buku ‘Bagaimana Mengubah Ide Anda Menjadi Sebuah Kerajaan Bisnis’ oleh Sony Sugema, MBA

Sangat setuju dengan idenya menambahkan pengalaman sendiri dimana beliau adalah penndiri dari LBB SSC (Sony Sugema College) dan Sekolah Tinggi Tekhnologi Informasi Sony Sugema yang pada akhirnya sukses. Buku ini bukan semata-mata bercerita tentang jatuh bangunnya beliau dalam mengembangkan bisnisnya melainkan juga hikmah dan pembelajaran yang beliau dapatkan dan keinginan beliau untuk menyampaikannya kepada kita..

Memulai sesuatu memang sangat susah tapi tanpa memulainya mimpi kita akan musnah dan akhirnya bertemu denan penyesalan. Menurut beliau ada 3 faktor yang harus dikedepankan yaitu impian, ilmu dan kerja keras.. dalam pikiran saya ada satu faktor lagi yang sangat kuat peranannya yaitu DO’A.

Ilmu disertai kerja keras tanpa impian, bagaikan perahu yang berlayar tanpa tujuan. Bayangkan saja bila kita mengerahkan seluruh kemampuan berpikir dan fisik kita tanpa mengetahui kemana tujuan akhir yang dituju. “begin from the end”, semua tindakan harus merujuk dan berawal dari tujuan akhir yang ingin dicapai. Impian disertai ilmu, tanpa kerja keras, seperti seorang pertapa. Ia hidup bukan untuk saat ini. Setiap kali ia menunggu datangnya kesuksesan, uang banyak, makan enak, namun semua itu tak kunjung datang. Kadang-kadang malah memang tidak pernah ada. Impian disertai dengan kerja keras, tanpa ilmu. Ibarat berlayar tanpa nahkoda. Bayangkan saja bila suatu kapal tidak tahu ke mana akan berlabuh. Maka akan banyak kegagalan yang menghadang. Untung saja kita memiliki kemampuan untuk belajar dari semua pengalaman, sehingga ilmu sesulit apapun dan semahal apapun pasti akan dapat kita peroleh. Tapi bayangkan bila ilmu disertai kerja keras dan impian, tanpa doa. Allahlah yang merencanakan segala sesuatu yang terjadi maka selayaknya usaha dan permohonan dari impian, ilmu dan kerja keras itu diberitahukan kepada-Nya melalui do’a, memang Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui apa yang dikerjakan umatnya, tapi Allah senantiasa mencintai umatnya yang rendah diri dan rendah hati dihadapan-Nya.

Antara mimpi dan realitas hanya terpisah oleh waktu. Dan keberanian dalam merealitaskan mimpi itu terdapat kejeniusan, kekuatan, dan keajaiban.

Seberapa jauh kita siap untuk menderita…

Seberapa jauh kita bersiap untuk bersabar…

Seberapa besar tekad kita untuk menggapai impian..

Seberapa banyak kita siap untuk gagal lalu bangkit kembali…

Seberapa dalam kita dapat menahan ego kita…

Seberapa dalam kita dapat menahan nafsu kita…

Seberapa lama kita dapat bertahan saat dimana seolah tiada harapan…

Seberapa kuat kita bisa bertahan menghadapi segala rintangan…

Itulah harga yang harus dibayar untuk mewujudkan impian kita…

Setelah membaca buku sejenis ini, saya hanya berpikir, sebelum itu semua kesadaran harus datang duluan sekaligus hidayah….

“Tekad Keras” cerpen pengalaman oleh zulfanahri

•August 30, 2008 • 8 Comments

Kupandangi hari yang terhiasi rintikan hujan, tapi titik-titik hujan itu tak tampak dengan mata telanjang. Kusiap berjalan di bawahnya, terselimuti air yang makin lama membasahi tubuhku ketika ku telah sampai di sekolah. Harapanku aku tak akan jatuh sakit karena air hujan ini.

Leherku bagaikan tertusuk pecahan kaca sehingga gerakanku tak sempurna ketika ku menoleh. Ketika kuberkaca, pantulan cermin di hadapanku memperlihatkan ada sesuatu berbentuk bintik yang tumbuh di leherku entah itu jerawat atau bisul. Setelah tiga hari, tanpa kusadari, cermin menangkap mataku dan mengharuskanku memperhatikan baik-baik ada apa di wajahku. Bintik-bintik sejenis telah menggerogoti wajahku.

Hariku terasa hanya setengah terpotong dengan waktu di atas kasur. Study time tak kuhadiri dikarenakan lemahnya kondisi badanku yang tergerogoti suhu panas. Sungguh ku anggap demam setiap sore dan malam ini disebabkan oleh air hujan yang menyelimutiku tempo hari. Tiga hari sudah ku seperti ini, merasakan hari hanya setengah, ketika pagi hingga siang ku enggan meninggalkan sekolahku, tapi di kala sore hingga malam tak ada daya melawan panas tubuhku. Mandi yang menyadarkanku bahwa bintik-bintik itu tidak hanya tumbuh di wajah tapi juga di permukaan tubuhku. Ketidaktahuanku mendukungku menyatakan bahwa bintik ini timbul karena alergi sesuatu. Keesokan hari ketika kubangun pagi, tak terasa tubuh ini terbawa ringan oleh udara ketika bergerak lalu terhempas oleh angin dan jatuh.

Kondisiku yang lemah ini memaksaku untuk segera pergi ke rumah sakit. Rumah sakit Bakti Husada adalah yang terdekat sekitar lima menit ku sudah tiba di sana. Di ruang UGD kutunjukkan bintik-bintik aneh yang timbul di permukaan tubuhku kepada dokter umum, dengan tangkas dan hati-hati beliau memberitahuku bahwa cacar lah rahasia di balik penasaranku selama ini. Aku menderita cacar. Seperti sayur yang tak bergaram, maka diare membumbui cacar yang kualami. Aku menderita cacar berbumbu diare.

Bertepatan dengan ulang tahun ke-63 Indonesia, untuk pertama kalinya aku sebagai pelajar tidak mengikuti upacara 17 Agustus. Rumah sakitlah tempatku. Aku adalah korban kelima yang dihinggapi virus cacar di sekolahku . Tempatku di asrama dikhawatirkan oleh orang sekitarku lebih-lebih direktur asrama. Virus cacar yang mudah tertularlah sebabnya. Mereka takut tertular. Apalagi direktur asrama yang tidak ingin mendapat teguran dari orang tua siswa karena membiarkan adanya penderita cacar yang hinggap di asrama, maka beliau menyarankan kepadaku untuk tinggal sementara di rumah keluarga di Jakarta ini bila ada. Bahasa kasarnya aku harus keluar dari asrama untuk selang waktu tertentu hingga cacarku reda. Panasku pagi siang sore malam tanpa henti membuatku terus mengeluh. Kepada siapa aku mengeluh? Aku tak punya keluarga di kota besar ini. Telepon genggam yang selalu ku genggam kupakai untuk menghubungi ayah ibuku. Kepada merekalah aku mengadu, mengeluh, mengungkapkan keresahanku.

Lima jenis obat yang dokter berikan harus diminum setelah makan dan secara teratur. Dengan kondisiku yang susah untuk berdiri ini, siapa yang membawakanku makanan dari kantin untuk sarapan, makan siang dan juga makan malam? TAK ADA kecuali aku yang minta tolong. Lemah tubuhku mengisyaratkan aku harus banyak tidur. Bila aku ketiduran saat waktunya makan lalu minum obat, siapa yang akan membangunkanku? TAK ADA.

Untungnya mimpi selalu menghiburku. Mimpi yang selama ini jarang melayang di kepalaku karena waktu tidurku tak cukup untuknya. Aku berhasil diterima di fakultas teknik penerbangan ITB. Aku berhasil diterima di fakultas kedokteran UI. Aku berhasil mendapatkan beasiswa di aerospace engineering faculty di Jerman. Berhasil menjadi wanita karir. Berhasil mengelilingi dunia. FLAP. Mimpi-mimpi ini memenuhi ruangan renggang di otakku. Aku lebih senang menganggapnya obsesi bukan mimpi.FLAP. Bangunku merusak alur mimpi itu. Tapi tak apalah. Mimpiku tak boleh terpendam harus memiliki masa depan. Begitulah orang sakit. Banyak maunya.

Kedatangan ibuku di hari ketiga aku sakit cukup membangun semangatku kembali. Tapi tetap saja aku lemah. Ibuku terpanggil menjengukku yang datang dari jauh yaitu Samarinda, Kalimantan Timur dikarenakan beliau tidak tega padaku anak perempuannya satu-satunya sedang sakit tak ada yang mengurus. Ditambah lagi dengan adanya pemberitahuan dari direktur asrama bahwasanya lebih baik aku bila dirawat di luar asrama. Terang saja ibuku memutar pikirannya dan mencari rumah kontrakan yang layak ditinggali.

Maka di rumah inilah aku di rawat setelah sempat satu malam aku di tempatkan di ruang klinik dokter di lantai empat di gedung sekolah. Ruangan ini mempersulit ibuku. Kami tak terjamin makan. Ibuku tak bebas merawatku karena fasilitas yang memang tak cocok dengan kondisiku. Ruang gerak ibuku sempit dan tak bebas karena ruangan itu dig dung sekolah lantai empat. Bayangkan saja. Ibuku benar-benar telaten memperhatikanku, kapan waktunya makan dan minum obat.

Kebosananku meminum lima jenis obat itu membuatku culas yang hanya meminum dua jenis di antaranya. Jagung parut adalah solusi penyembuhan cacar di tubuhku ini. Menurut pengalaman dari ibuku bahwa dengan mengolesi jagung parut di bintik-bintik merahnya, cacar akan cepat mengering. Inilah yang ibuku lakukan setiap hari.

Pihak asrama tidak pernah tahu aku di mana, bahkan aku tak mau mereka tahu. Tapi pembina asramaku memaksaku untuk mengatakannya. Merekapun bertanya kapan aku kembali ke asrama. Pertanyaan ini membuatku rindu akan sekolah dan asrama. Terhitung seminggu aku sakit, selama itulah aku tak sekolah.

Suatu pagi aku enggan sekali makan. Ibuku menyediakan susu di hadapanku dan itulah yang kupaksa bisa masuk melalui mulutku ini. Selang beberapa waktu, toilet yang selalu ingin kukunjungi untuk menuntaskan isi perut. Muntah menyelingi. Kondisiku lemah, makanan tak bisa masuk ke mulutku, dan kelopak mataku susah untuk membuka. Sehari semalam aku menderita seperti ini. Cukup memmbuat mamaku khawatir ada apa gerangan denganku ini. Keesokan harinya, dengan niat meminta obat untuk cacar, ibuku membawaku ke rumah sakit Puri Cinere karena koleksi obatku dari dokter sebelumnya telah berada di tubuhku.

Tak disangka dokter umum yang kutemui menyuruhku untuk berbaring, suster diperintahkan untuk memasukkan jarum suntikan ke pembuluh darah tangan kiriku. Aku harus menunggu hasil laboratorium darahku. Empat jam berlalu hasilnya pun keluar. Rencanaku untuk kembali ke sekolah esok hari buyar dikarenakan aku harus dirawat di rumah sakit ini. Kekurangan cairanlah sebabnya. Banyaknya air yang keluar ketika aku diare tidak diimbangi dengan banyaknya air yang masuk ke dalam tubuhku. Kekurangan kalium dalam darah lah yang membuat kondisi badanku lemah tak berdaya. “kamu harus diopname kira-kira tiga sampai empat hari” kata dokter. Ini memberatkanku karena menunda kepulanganku ke sekolah lebih-lebih dari masalah biaya. Rumah sakit ini bukan rumah sakit pemerintah sehingga asuransi kesehatan yang kumiliki tak berfungsi.

Aliran darahku yang telah tercampur dengan zat-zat yang masuk dari cairan infus jelas terasa. Desiran rasa sakit yang tak terkira. Sering aku lemah dibuatnya. Tapi zat inilah yang kubutuhkan. Zat inilah yang berperan penting untuk kesembuhanku. Suster bergantian mondar-mandir masuk ke ruanganku sangat teratur memberiku obat, tapi kurasa aku tak mengalami perubahan. Sehari saja Tuhan mengizinkanku untuk dirawat di rumah sakit. Batinku bergejolak antara kebosanan kejenuhan apalagi masalah biaya. Dokter cantik bernama Fitri yang menanganiku tak mengizinkanku pulang karena pencernaanku belum stabil. Tekad keraslah yang berbicara. Aku ingin keluar dari sini. Aku ingin segera kembali sekolah.

Aku tau, tapi dokterlah yang lebih tau kondisiku, tapi Tuhanlah yang paling tau tekad kerasku. Bila aku berpikir bisa. Aku pasti bisa. Jadilah aku keluar dari Puri Cinere ini dengan berbekal obat untuk rawat jalan dan setelah membayar beberapa juta biaya pengobatanku yang terukur tinggi untuk kalangan keluargaku. Segera kutekadkan untuk kembali ke asrama. Aku kembali. Aku pulang.

Hari ini hari terakhir di jogja…(liburan part 7)

•June 18, 2008 • 1 Comment

kunjungan ke prambanan

Tanggal 12 juni 2008, kami berkunjung ke prambanan…ternyata candi ini dalam masa pembangunan kembali, akibat gempa beberapa tahun lalu beberapa candi ini roboh tak berbentuk. Terik matahari ditambah dengan angin yang menerbangkan debu dan pasir (panasnya seperti di gurun pasir ) yang mengganggu kenyamanan kita untuk mengamati berkeliling candi ini. Wah… aku berpendapat bahwa candi prambanan ini bila digabung-gabungkan maka besarnya tak terkira..mungkin melebihi borobudur. Mengapa candi prambanan tidak menjadi keajaiban dunia? Padahal ukiran2nya sangat detail dan menjulang tinggi, bentuknyapun unik, dan dari ceritanya mengisahkan tentang pembangunan 1000 candi, bukankah ini sangat luar biasa?…mengapa hanya candi borobudur yang menjadi keajaiban dunia? Apakah ada cerita tersendiri tentang pemilihan suatu keajaiban dunia? Apa ada syaratnya ya??…

Sayangnya ketika kita mengunjungi candi prambanan ini, pengunjung memiliki batas2 diperbolehkannya masuk ke area candi, jadi intinya ga bebas, hanya satu candi yang boleh kita masuki. Satu hal yang penting untuk ditanyakan…benarkah ada 1000 candi sesuai ceritanya??…melihat luasnya wilayah prambanan ini, 100 candipun mungkin ga sampai apalagi 1000!!!..bagaimana sebenarnya cerita candi prambanan ini??? Dan apabila benar ada 1000, kemana yang lainnya???…

Pantai paling selatan Indonesia…(liburan part 6)

•June 12, 2008 • 1 Comment

melihat matahari terbit di pantai selatanHari ini tanggal 11 juni 2008. Wah indah banget ngeliat matahari terbit di pantai. Pagi-pagi sekali aku beserta temanku pergi ke pantai paling selatan Indonesia yang terkenal dengan Nyi Loro Kidulnya…belakangan aku baru tau bahwa kidul itu artinya selatan. Ombaknya besar banget..ini yang selalu terucap dari mulutku. Selama ini, aku hanya pernah melihat pantai yang berada di belakang rumah nenekku di Polewali dan ombaknya tidak menimbulkan suara yang besar…pasirnya pun berwarna hitam, tingkat kegaraman airnya dapat ditebak dengan wanginya..
(foto2)..
Tentang arah. Kemarin tiba-tiba temanku menanyaiku arah utara-selatan-barat-timur. Dan ternyata hasil tebakan jawabanku salah. Aku baru menyadari di jogja ini, arah sangatlah penting…orang-orang yang kutemui untuk minta pertolongan petunjuk jalan tidak memberitahuku dengan ‘belok kiri belok kanan arah lurus’ tapi dengan ‘arah selatan lurus ke utara lalu belok ke timur’..aku pusing dibuatnya…

The first time…(liburan part 5)

•June 12, 2008 • Leave a Comment

            Hari ini adalah hari ke-3 di Jogja, bertepatan tanggal 10 juni 2008. Langkah kami menuju ke salah satu keajaiban dunia. Sudah tau kan?. Yap kami ke Borobudur dengan menaiki bus Yogya-Borobudur. Kira kira pukul 10.30 am kami tiba. Dan segera berlari menaiki puncak borobudur. Sebenarnya apa tujuan ke objek bersejarah seperti ini..?..tentu untuk belajar, mengenal, melihat secara langsung, membuktikan kebenaran, dan foto-foto…tapi setelah kupikir-pikir dan kuingat-ingat ternyata aku tidak ingat dengan sejarah candi mega ini!! Yang ku tahu hanyalah candi ini merupakan salah satu keajaiban dunia!!.. (bagi yang mengerti tolong memberi tahu saya). Aku tahu bahwa pelajaran sejarah itu sangat diperlukan, tapi tetap saja aku ga minat. Maaf ya…

            Dalam kondisi ini, aku memang sangat menyesalkan kurang berpengetahuan tentang borobudur. Jadi aku menarik kesimpulan bahwa ‘kalau kita ke sini dengan guide, ok kita bersiap untuk mempelajarinya. Tapi bila tanpa guide, tujuannya adalah foto-foto..dan membuat kenangan pribadi’ sekian….(kalo pulang buru2 buka buku sejarah..hehehehe…)

borobudur nan mega

         

 

            Ini perbedaan Samarinda dan Yogyakarta..

Yogyakarta :     Angkutan umum adalah bus dan taxi.

                        Tidak ada angkot (yang bentuknya mobil carry).

                        Banyak andong.

                        Banyak becak.

                        Sungai dan jembatan layangnya jarang.

                        Mayoritas penduduk menggunakan bahasa Jawa.

 

Samarinda :      Angkutan umum adalah angkot (seperti mobil carry).

                        Bus dan taxi hanya digunakan antar kota.

                        Tidak ada andong.

                        Tidak ada becak.

                        Banyak sungai dan jembatan layang.

                        Mayoritas penduduk menggunakan bahasa Indonesia.

 

            ”Kalau sama orang tua ngomongnya pakai bahasa kromo…lumayan susah” kata temenku. Katanya ini penting karena bahasa ini adalah bahasa yang sopan dan lazim dipakai ke orang-orang tua. Pengalamanku yang satu ini menyadarkanku bahwa bahasa ini sangat penting : ‘ ketika itu aku dan dua orang temenku berada di dalam bus ingin pulang. Tepat di sebelahku ada seorang nenek yang duduk, dan seketika menanyaiku  “jam pinten ?” dengan suara yang kecil..aku tidak jelas mendengarnya, hanya melihatnya sekilas “iya bu?” aku menjawab…”jam pinten mba??” dia mengulang… aku menyenggol tangan temenku, lama tak ku jawab..”JAM BERAPA??” dengan keras dan lantang nenek itu menanyaiku….uhhhh malu!!! Aku sama sekali tak membaca keadaan ditambah lagi dengan aku ga ngerti bahasa jawa..!, untunglah temanku yang tadi kusenggol sigap membuat teriakan nenek itu reda…huah…sebegitu keraskah adat istiadat yang mesti diterapkan supaya budaya Indonesia yang kaya ini tak terhapuskan dengan adanya perkembangan zaman…???.  Sebelumnya yang aku tau ‘jam piro?’ bukan ‘jam pinten’(ini yang namanya kromo…)…hehehehehe…

Selamat jalan-jalan ya nak!! ..(Liburan part 4)

•June 12, 2008 • Leave a Comment

         “Selamat Berlibur, selamat menikmati ,Malioboro,jangan lupa ke Borobudur, semoga selalu dilindungi oleh-Nya dalam perjalanan ananda dkk” . Ini pesan terakhir dari mamanya nixie (ade kelasku tapi udah kayak adik sendiri) setelah mengurus kepulangan nixie ke kediri (kota asalnya).

Tanggal 9 juni 2008…

            Hari ini direncanakan kemarin dan hari esok direncarakan hari ini, jadi hari pertama jalan-jalan ini, kami merencanakannya akan ke UGM. Wah ini pengalaman luar biasa…keinginanku berkunjung ke 3 Universitas yang masuk 500 besar dunia di Indonesia terjajakan sudah…UI, ITB,UGM…entah aku akan melanjutkan studiku dimana… informasi dari kakakku yang mengatakan “di UGM banyak alumni SMAN 1 ly…”, intinya dari tahun ketahun anak SMAN 1 Samarinda rata2 melengkapi studinya di UGM ini, malah yang di UI hanya berkisar 3 sampai 5 orang ..yang tahun lalu malah cuma 3 termasuk kakakku…kenapa yah???…yap kembali pada cerita, kalau jalan2 di UGM ga ada kenalan ga bisa bebas masuk kan…dan sayangnya ga ada satupun dari teman-temannya kakakku yang aku kenal untuk dijadiin guide. Alternative lain “mending ke koperasinya”, beli kenang-kenangan dari UGM sebagai bukti sudah pernah ke UGM.. hahaha.. maaf ya katro..

            Selanjutnya kita berencana ke MALIOBORO, ini yang ditunggu-tunggu. Titipan demi titipan yang sampai ke aku terlengkapi di sini. BATIK jawa dan benda-benda unik lainnya khas Indonesia. Sebenarnya di Samarinda juga terkenal batiknya, tapi kedua jenis batik ini memiliki ciri khasnya sendiri. Setelah kuperhatikan, pengunjungnya banyak dari luar. turis lokal dan turis mancanegara malah jarang orang jogjanya sendiri. Apa arti MALIOBORO??, kenapa dinamakan demikian??, tahukah kalian kawan bahwa dahulu kala sebelum menginjak kota ini, aku mengira tulisan Malioboro adalah Malboro (nama rokok), dan sebagai imajiner aku beranggapan bahwa nama ini diberikan karena pabrik terbesar rokok malboro berada di tengah-tengah tempat perbelanjaan ini. Hahaha…)_(….inilah yang membuatku penasaran hingga aku mengembala ke Jogja si kota pendidikan ini.

            Selanjutnya shopping, tempat macam ini salah satu tempat favoritku, kalau di Jakarta berada di Kwitang, Senen…tempat buku2 murahh…jadi ga perlu ngeluarin uang banyak-banyak untuk beli buku yang diperlukan…bukunya sama seperti di gramedia tapi bedanya lebih murah dan keasliannya.’Ini berawal ketika aku menanyai suatu soal pada papaku, dan papaku tidak mengetahui mendalam tentang soal ini, jadi papaku mengajakku pergi beli buku ke senen. Dan aku kagum dengan buku-buku yang di jual di sini….’. Kembali ke cerita, aku hanya membeli kamus bahasa Jepang-Indonesia ..? aku pengen memperdalam bahasa unik ini selama liburan..Tahu kan tentang beasiswa Monbukagakusho?, beasiswa dari pemerintah Jepang…InsyaAllah aku pengen daftar tahun depan bareng teman-teman…do’ain ya para blogger…