naluri..

Assalamualaikum wr.wb

Terlibat dari hatiku yang paling dalam aku belajar tuk tak pernah menyesal, dan aku rasa memang tak ada gunanya menyesal, tak ada penyesalan di awal, selalu di akhir, klu kita sudah tau itu tidak ada kata menyesal yang mesti diucapkan asal kita berani dan tegar. Langkahku hingga disini ku sangat bersyukur, teringat saat ku masih tk, begitu merepotkannya seorang anak kecil yang bawel, sangat merepotkan mama, teringat saat ku sd, begitu egois tak berpendirian yang maunya cuma mau menang sendiri, yang paling teringat saat ku smp, udae mulai mau mendengar kata-kata mama,

Teringat, waktu itu, belajarku yang tak terlalu serius, terlalu banyak waktu yang terbuang yang seharusnya dapat digunakan untuk menimba ilmu, apa pikirku saat itu!!. Kesadaranku saat ini, detik ini membuatku ingin lari mengejar ketinggalan yang sudah amat jauh itu, tapi itu bukan keinginan lagi, itu adalah keharusan/kewajiban, disamping harus menerima sesuatu yang baru. Hati memang pengertian dapat mengatur transportasi sedih takut semangat tegar bahagia.

Sedih, ini adalah perasaan yang sangat membuatku down, ketika ku mengingat orang tua, bukan berarti aku telah kehilangan, tapi karena banyaknya perbuatan yang baru kusadari tak berkenan di hati mereka, yang belum sempat kutanyakan maaf, dan mungkin aku sungkan mengatakannya ”tak tau, kapan waktu yang tepat…”atau mungkin aku malu pada orang tua kali ya….>_<…. Aku memang sudah biasa jauh dari ortu malah ortu menghindarkan sikap manja melekat padaku, walau begitu aku tetap saja merasa ada kebiasaan yang hilang, yaitu nasehat2 larangan2 suruhan2 yang sering keluar dari mulut ortu, mungkin dengan hilangnya suatu kebiasaan itu dan tergantikan dengan kebiasaan yang baru, yang belum sepenuhnya dapat ku terima membuatku sedih seperti ada seseorang yang meninggalkanku…huh..tapi alhamdulillah aku bisa lebih dewasa, selalu berpikir kedepan ‘ingin maju dan tetap melangkah’. Perasaan ini juga timbul ketika aku melihat teman-teman, melihat orang sekeliling, saat ku dilanda ketidakmampuan atau kegagalan kerja keras, sempat ku bertanya-tanya,”kenapa aku ga bisa??” aneh ya…!!, bisa dibilang sedih meratapi nasib karena tidak bisa melakukan sesuatu yang orang sekitar kita bisa melakukannya, dan yang merupakan sesuatu yang diwajibkan tuk ‘bisa’….duhhh malangnya..!!!, alhamdulillah otakku tak sebodoh hatiku, otakku menanggapi untuk tidak down, dia dapat berpikir tangkas untuk dapat sabar menunggu dan terus berusaha hingga bisa walau ditemani dengan waktu yang beralun cepat ‘tentunya setelah bersedih..huhhh’

Takut, ini perasaan yang sangat menegangkan , ketika ku akan mencoba sesuatu hal yang baru, takut akan hasil yang akan ku dapat, terkadang dengan perasaan ini aku dapat menangis berlebihan melebihi ketikaku sedih, inilah tantangan oleh orang yang mau maju, tapi ketika perasaan takut sedang melanda, otak udang yang bekerja, tak mampu berpikir seperti manusia..mungkin otak udang itu menghantui seperti ini ‘hayoo..hasilnya akan buruk,,haha’…untung saja ada hati, hati ga akan berubah jadi hati udang, hati yaa tetap hati… walaupun perasaan itu ada di hati, tapi sebagian rasa takut itu sudah ditransfer ke otak menjadi otak udang itu tadi, jadi hatiku tak seluruhnya terselimuti oleh ketakutan, ada sebagian yang kosong. Mendengar nasehat2 dari orang yang berpengalaman ‘tentunya yang baek-baek’, dan sedikit hiburan tawa mereka, dan juga kebersamaan teman-teman seperjuangan yang mengalami perasaan yang sama telah mengisi senyum di hatiku yang kosong itu. Jadilah ada sesuatu yang bergejolak di hati untuk tak perlu merasa takut akan sesuatu yang baru ‘inilah proses adaptasi sekaligus tantangan’. Toh ini harus dilalui, bila ku menghindar ku akan tertinggal atau jatuh.

Semangat, perasaan ini memang selalu membuatku bagai burung yang dapat terbang kemana pun dia mau, ketika banyaknya dukungan yang menusukku tuk tetap maju, ketika aku berhasil melewati perasaan sedih, perasaan ini selalu muncul. Yaaa.. gitu, bila ku tak memikirkan orang laen ‘dalam artian tuk menghindari rasa takut’, dengan berbekal segudang harapan yang bermunculan, segudang dukungan yang kuterima, ku terdorong tuk berprinsip ‘tak ada kata menyerah dan tak ada yang tidak mungkin tanpa adanya beribu kerja keras’. Semangat ku ini sangat berhubungan dengan kerja keras..yaa itu memang harus.., pernah ku suatu kali, perasaan ini muncul karena adanya suatu hinaan, hinaan yang tertuju pada seorang yang ‘bekerja keras’, aku bukannya sombong mengatakan diri sendiri sebagai seorang yang bekerja keras, aku hanya ingin menjadi seorang yang pekerja keras. Seorang teman, teman dekatku yang bisa dibilang pintar, cerdas, cepat nangkep pelajaran, dengan hal hal yang mendiskripsikan dirinya itu, dia menyebut dirinya sebagai sang genius, dan dia mendiskripsikan sang genius itu dengan tidak perlu bekerja keras, terlihat dari kebiasaan kesehariannya yang menanamkan bahwa ‘belajar itu sangat menyebalkan’, ku juga pernah membaca suatu curahan hatinya yang berisi “dia memohon kepada ALLAH untuk diberikan ke’genius’an, karena dia tak mau menjadi seorang yang bekerja keras”. Ulasan lanjutnya dia mengatakan, “dia tak perlu belajar hingga larut malam ‘yang saat itu aku suka belajar hingga larut bahkan pernah tidak tidur’ untuk mendapatkan nilai yang indah, dan juga pujian dari guru-guru”…aaaaghh ku malas membahas kesombongan tingkat tinggi seseorang ini, memikirkannya aja ku bisa emosi. Ini adalah emosi positifku, bukan tuk memberontak dan berteriak- teriak….’inilah tantangan, tuk dapat terus bersemangat menyambut masa depan’
Tegar, perasaan ini adalah langkah baru setelah berhasil melewati perasaan takut, ketika ku telah kebal menjalani sesuatu yang tidak baru lagi, tidak asing lagi, karena sesuatu yang seharusnya baru itu sudah melebur tertanam oleh pengalaman pengalamanku. Perasaan ini juga timbul ketika ada sebuah cahaya yang menyinariku membisikkan sebuah kalimat akan hasil yang kan ku dapat bila ku bekerja keras, dan memancingku tuk terus berdoa supaya dapat berusaha semaksimal mungkin. Setelah ku menangis, ketegaran itu muncul,’mungkin inilah salah satu fungsi dari menangis’. Tegar itu bisa menerima apapun dalam keadaan apapun, sanggup menerima kemungkinan yang bakal terjadi, mau melawan rasa takut…..mmmm iya kali yeeee,,,

Bahagia, klu uda ada di puncak kerja keras pasti deh bahagia, bila mendapat kebahagiaan di awal, takutnya ga bisa pertahanin, emang selalu begitu, kalu bahagia mulu kan, sedihnya g kebagian kesempatan dunk.., perasaan ini mungkin tergantung takdir, asal berusaha Allah pasti akan memberikannya dengan proses yang mudah maupun rumit. Kembali ke pelukan ortu, berkumpul dengan teman lama, mendapat seseorang yang dapat dipercaya, mendapat teman yang pengertian, mendapat guru yang baik, mendapat penghargaan, mendapat juara, mendapat kepercayaan, mendapat kebebasan, sampai-sampai mendapat duit belimpah, emas berkarung-karung, maupun berlian sebanyak tak terhingga merupakan sesuatu yang dapat membahagiakan. Waaahh pendapatku kebahagian puncak itu saat bisa ngebahagiain ortu, bisa membuat ortu tertawa and enyum sepanjang waktu, bisa ngeberangkatin ortu ke tanah suci, nyelesein sekolah, trus menjadi apa yang kita pengen, mendapat suami yang sejati, baek, penyayang, pengertian, pintar, alim, menarik, lucu, imut,..iya klu dapet..hehehe…., trus punya anak yang imut-imut, trus mempunyai usaha sendiri, trus bisa ngebantu orang atau organisasi atau lembaga yang memang harus dibantu, dan akhirnya berhasil memberangkatkan ortu ke tanah suci, menjadi seorang wanita karir yang bekerja di…., dengan suami yang setia, penyayang dan pengertian ‘bekerja juga’, dengan anak 2 yang imut-imut, pendapatan yang mencukupi, dan………………

Ughh……terlalu menghayal, ngacoo..

Tapi apa salahnya ya..bila diusahain,,

Mencoba, terus jalan menghadapi masa depan dan bekerja keras demi apa yang sudah kutetapkan menjadi tujuan hidupku, yang menjadi cita-citaku, dan tiada henti berdoa kepada-Nya, memohon berkah, rahmat, dan hidayah-Nya supaya setiap detik setiap waktu yang kulalui dapat bermakna ‘tidak sia-sia’…….amiiiiiinnnnnnn.

,,>_>,,

Alhamdulillah……….

Tanggapan

amin,..

elly,.. gambar kamu di sini tolong di delete/di hapus/di ganti donk.. kan sekarang udh jadi aurat kamu.. selamat menjadi muslim sejati yah.. salute to u… and..you are more beautiful with your veil now..I think.

Elly saya setuju ama kamu karena tidak pernah menyesal terhadap apa yang telah tejadi karena bagaimanapun itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang telah lalu.Saya cuma bisa menyarankan untuk terus melangkah kedepan dan tidak perlu menyesali apa yang sudah terjadi seperti malas membuang-buang waktu.Yang penting sekarang aadalah Elly harus bisa merubah semua kebiasaan yang tidak baik dimasa lalu dan tidak pernah mengulangi kesalahan yang telah lalu.Hadapilah semua masalh dengan senyuman dan jangan pernah untuk melihat kebelakang.okay!

Show us the straight path, (QS.1:6)
The path of those whom Thou hast favoured; Not the (path) of those who earn Thine anger nor of those who go astray. (QS.1:7)
And say to the believing women that they should lower their gaze and guard their modesty; that they should not display their beauty and ornaments except what (must ordinarily) appear thereof; that they should draw their veils over their bosoms and not display their beauty except to their husbands, their fathers, their husbands fathers, their sons, their husbands sons, their brothers or their brothers sons, or their sisters sons, or their women, or the slaves whom their right hands possess, or male servants free of physical needs, or small children who have no sense of the shame of sex; and that they should not strike their feet in order to draw attention to their hidden ornaments. And O ye Believers! Turn ye all together towards God, that ye may attain Bliss. (QS.24:31)

Leave a response

Your response: