kepada DIAT, ternyata tak bisa kupungkiri, dia sangat berharga untukku, dia yang sangat kusayang, dia yang sangat kucinta….kenapa tidak dari dulu aku menyadarinya..
ketika dia masih kecil, aku pun masih merasakan kebahagiaan masa kecil, aku dan DIAT tumbuh besar bersama sama, dengan watak yang berbeda, kadang cekcok kadang sealiran.tapi biasalah kebiasaan adik kakak adalah bertengkar..
kurang lebih sudah 2 tahun lamanya aku meninggalkan dia, bersama kedua orang tuaku yang tentu tak kalah besar rasa sayangnya dari pada rasa sayang seorang kakak pada adiknya..
di sini, bukan aku merasa kehilangan…hanya saja menjadikaku tegar untuk menerima kasih sayang itu adalah hal yang kekal. semua orang memiliki hal ini, rasa kasih sayang ini kekal di dalam hati walau belum nampak ke permukaan dia masih tersimpan di dalam hati. nah inilah yang kurasakan, ketika ku kecil dengan adikku tersayang di sampingku, aku bahkan tidak terpikir kata sayang itu “ada”, bahkan seringkali aku memandangnya dan beranggapan bahwa dia itu hanyalah adikku yang bisa kumarah-marahi, kuperintah, dan ku suruh ini itu tanpa tau apa perasaannya ku perlakukan seperti itu.
oke.. sekarang bahkan aku ga sanggup untuk menyimpan, dan tak sanggup pula ungkapkan kata sayang itu kepada adikku tercinta “DIAT”, tak terbayang olehku dia begitu berharga untuk dimiliki hingga aku tak ingin hidupnya berjalan miring, tak ingin masa depannya berlari tanpa arah..
aku sangat bahagia bila nanti melihatnya tersenyum bahagia dengan hidupnya yang sukses, sungguh luar biasa adikku ini, yang dulu aku hanya menganggapnya “si tukang ngadu dan cengeng”, tapi sekarang dialah separuh dari semangatku, separuh hidupku…ingin sekali kutunjukkan semangatku ini juga karena dukungannya yang tak pernah lepas…
wajahnya yang nampak sekali menganggapku sebagai kakakknya ini, sangat penuh pesona kesuksesan ide idenya yang sangat menggugah, dan potensinya yang luar biasa hebat..
kupersembahkan untuk adikku tersayang, ACHDIAT FARID, kutunggu kau menjadi seorang penulis..seorang tokoh besar..dan seorang yang sukses dunia akhirat…
jakarta, 21 april 2008
zulfanahri