dalam bidang apapun, asal aku mampu….
itulah nafsu berkompetisiku ,selama SMA dalam hitungan jari tangan aku bisa menghitung berapa kali aku mengikuti perlombaan…DUA kali.. Turkish dan sains di IPB…tahukah kalau aku beserta teman teman yang lain merusaha mencari informasi dari manapun untuk mengikuti lomba (lomba apa saja). kenapa..???, karena kita adalah siswa siswi dengan semangat juang berkompetisi, ingin mengumpulkan prestasi sebanyak banyaknya…, memuaskan hasrat akan ilmu-ilmu yang sudah kita dapakan dan ingin sekali mengembangkannya, sekaligus menunjukkan kepada orang tua, inilah anak yang telah kau lahirkan…!!!!!!!!!
semangat itu perlahan demi perlahan rapuh jua, kenapa?.. sekolah….ya, kepala sekolahku dengan mudahnya tidak mengizinkan dan membatalkan sepihak keputusan untuk mengikuti kompetisi itu. itu tidak hanya sekali, ini sudah kesekian kalinya….kita muak..jengkel…sebel…
prestasi internasional.. itulah major aim of my school. secara tegas aku sangat setuju, internasional gitu loh..tapi tetap saja aku kecewa. prestasi local maupun nasional jangan di kesampingkan seharusnya, pembatasan berpartisipasi di tingkat inilah yang sangat jarang kita temukan..soalnya, competition go internasional hanya bisa diikuti oleh siswa yang siap mengeluarkan uang untuk biaya transportasi, jangan bilang itu murah, karena nilai minimal itu adalah $1000. aku pernah mendengar kabar bahwa kami tidak mengikuti perlombaan ini itu karena berhalangan dengan biaya yang dibutuhkan.. ha????, pernah sampai aku berpikir : bagaimana kalau aku memakai biaya pribadi. itu akan menjadi pengalaman..
project, nah inilah yang dilombakan di tingkat internasional..prosesnya begini, siswa yang ikut ini akan membawakan sebuah project yang telah dirancang oleh yayasan pasiad, lalu mereka akan belajar di UI lengkap dengan dosen yang akan menjelaskan bagaimana prinsip project yang mereka bawakan…
teringat aku kenangan masa smp lalu, ketika di Samarinda jiwa kompetisiku sebagai seorang pelajar sangat dahsyat!!!… aku selalu ingin ikut lomba ini itu…selain itu pihak sekolah dan seisi isinya 100% mendukung, tanpa halangan apapun. mencetak kenangan ilmu yang bisa aku raih…(ternyata teman-teman sekelas seperjuanganku juga berarah sama)
tapi saat ini aku membangun jiwaku ini….
Ditulis dalam elly, skul neeehh